Tangerang - INGATKEMBALIcom: Sebanyak 138 warga binaan (narapidana) Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang terancam terkena pencabutan remisi. Pasalnya, mereka kedapatan memiliki barang-barang terlarang.
Hal tersebut berdasarkan hasil razia (pemasyarakatan bersih-bersih untuk memperingati hari bakti pemasyarakatan ke-51), program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Ditambah lagi sebagai upaya deteksi dini menyambut Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1446 Hijriyah.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Yogi Suhara mengatakan hasil razia didapati handphone dan juga senjata tajam yang ada di kamar hunian warga binaan. Senjata tajamnya itu ada pisau alat-alat yang dipertajam yang mereka disembunyikan.
"Mereka (narapidana, Red) menyembunyikannya di bangker, sela-sela kamar hunian warga binaan dan lemari. Seluruh lokasi yang mencurigakan ditelusuri," ujarnya, Jumat, 28 Maret 2025.
Yogi merinci barang terlaang yang disita yakni, 27 telepon genggam, 24 charger, 21 sendok stainles, tiga gunting kuku, dua gunting, dua obeng, tiga tang, tiga pisau dan tujuh cutter. Ditambah lagi, palu, tujuh 'handsfree', tujuh 'power bang', dua teko pemanas, tali, kompor pemanas serta enam kabel terminal.
"Saat ini 138 warga binaan itu kita proses, telusuri, kita dalami dari mana, dibuatnya seperti apa dan peruntukannya untuk apa.
Setelah itu kita proses secara administratif," ucapanya.
Bila terbukti, lanjutnya, sanksinya adalah pencabutan remisi yang akan dia dapat. Jikalau mereka terbukti bakal dilakukan penundaan pembebasan bersyarat dan cuti bersyaratnya.
"Razia ini juga dilakukan rutin, namun kali ini khusus menyambut Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa pemasyarakatan perang terhadap narkoba dan senjata terlarang," kata Yogi.
Menurutnya, barang-barang terlarang itu tidak menutup kemungkinan digunakan sebagai sarana pelarian. Walaupun saat ini pengamanan sudah lebih diperketat menjelang Idulfitri.
"Kita melakukan langkah antisipasi barang-barang terlarang masuk, melarang pengunjung membawa makanan kemasan dari luar. Kita berikan solusi ada kantin di dalam dengan harga yang sama dengan di luar," ujarnya.(Na/By/Sa/Ar/Na)
Copyright © INGATKEMBALIcom 2025