Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

9 Amalan yang Dianjurkan pada Malam Takbiran-Idulfitri

Minggu, 30 Maret 2025 | Maret 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-30T13:16:40Z

 


Jakarta - INGATKEMBALIcom: PBNU mengimbau umat Islam meramaikan malam takbiran–Idulfitri dengan beberapa amalan. Ia juga menyebutkan beberapa amalan sunnah yang sebaiknya dilakukan hingga hari raya tiba. 

Amalan yang Dianjurkan di Malam Takbiran hingga Lebaran


1. Menghidupkan malam hari raya dengan amalan sunnah 


Gus Fahrur mengutip pandangan Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam kitab Busyral Karim, yang dijelaskan Ustadz Alhafiz Kurniawan. Dalam pandangan ini, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam Idulfitri dengan salat, tadarus, dan zikir.


2. Memperbanyak takbiran 


Gus Fahrur menekankan pentingnya memperbanyak takbir pada malam hari raya, karena sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Mengutip NU Online, anjuran ini bersumber dari hadits Nabi:


"Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir."


Juga sabda Nabi Muhammad:

"Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (Fitri dan Adha), karena hal itu dapat melebur dosa-dosa."


Berikut lafal takbiran yang singkat dan umum:


اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ


"Allahu akbar (3x), laa ilaaha illallaahu wallahu akbar, allahu akbar wa lillahil-hamdu."


3. Mandi sunnah Idulfitri 


Mandi sunnah Idulfitri berlaku bagi semua Muslim, termasuk perempuan haid atau nifas serta yang tidak menghadiri salat Id. Waktu mandi sunnah dimulai sejak tengah malam Idulfitri hingga tenggelamnya matahari, dengan waktu utama setelah terbit fajar, sebagaimana disebutkan Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib.

Berikut lafal niat mandi sunnah Idul Fitri:

نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى


"Nawaitu ghusla 'idil fithri sunnatan lillahi ta'ala."


"Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah Ta’ala."


4. Berhias memakai pakaian yang bersih 


Gus Fahrur menyampaikan, salah satu amalan sunnah yang dianjurkan saat Idulfitri adalah berhias dan mengenakan pakaian bersih. Hal ini sejalan dengan pendapat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam Busyral Karim, yang dikutip oleh Ustadz Alhafiz Kurniawan.


Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa umat Islam dianjurkan memakai wewangian dan pakaian terbaik, meskipun tidak harus berwarna putih. Jika pakaian putih dan lainnya memiliki kualitas yang sama, maka mengenakan pakaian putih lebih utama pada hari raya.


5. Berjalan menuju tempat shalat Id 


Berjalan kaki menuju tempat salat Idulfitri adalah amalan sunnah yang dianjurkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sayyidina Ali, sebagaimana dikutip oleh Ustadz M. Mubasysyarum Bih, dan diperkuat oleh hadits:


مِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا


"Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat salat Id dengan berjalan." (HR. al-Tirmidzi, dinilai hasan)


Namun, menurut Syekh Zakariyya al-Anshari dalam Asna al-Mathalib, bagi yang tidak mampu berjalan, diperbolehkan menaiki kendaraan. Begitu pula, kepulangan dari salat Id tidak harus dilakukan dengan berjalan kaki.


6. Makan sebelum berangkat ke tempat shalat Id 


Gus Fahrur menganjurkan umat Islam untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat salat Id, sebagaimana sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah. Kesunnahan ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dalam Al-Jâmi’us Shaghîr karya Imam Jalaludin As-Suyuthi:


كَانَ لَا يَغْدُو يَوْم الْفطر حَتَّى يَأْكُل سبع تمرات


"Rasulullah tidak pergi untuk melakukan salat Idul Fitri sampai beliau memakan tujuh buah kurma."


Dalam riwayat lain disebutkan:


كانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يغدو يومَ الفِطْرِ حتى يأكلَ تَمَرَاتٍ، ويأكُلُهنَّ وِترًا


"Rasulullah tidak pergi untuk melaksanakan salat Idul Fitri sampai beliau memakan beberapa butir kurma. Beliau memakannya dalam jumlah ganjil."


7. Menunaikan zakat fitrah 


Gus Fahrur menekankan bahwa menunaikan zakat fitrah sebelum salat Id merupakan amalan sunnah yang dianjurkan. Waktu yang disunnahkan untuk membayar zakat fitrah adalah sejak malam takbiran hingga pagi sebelum salat Id.


8. Bersedekah semampunya 


Gus Fahrur menganjurkan umat Islam untuk bersedekah semampunya pada Hari Raya Idulfitri. Imam As-Suyuthi dalam Khumasi, yang dikutip oleh Sayyid Abdurrohman bin Muhammad dalam Bughyatul Musytarsyidin, menyebutkan lima faidah bersedekah dengan pahala berlipat ganda:


10 kali lipat jika diberikan kepada orang yang sehat wal afiat.


90 kali lipat jika diberikan kepada orang buta atau yang terkena musibah.


900 kali lipat jika diberikan kepada kerabat yang membutuhkan.


100 ribu kali lipat jika diberikan kepada kedua orang tua.


900 ribu kali lipat jika diberikan kepada ulama atau fuqaha.


9. Bersilaturahmi 


Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan saat Idulfitri adalah bersilaturahmi, saling berkunjung, dan mengucapkan selamat hari raya. Menurut Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib, terdapat 10 keutamaan silaturahim:


Mendapat ridha Allah.


Membuat kerabat yang dikunjungi merasa bahagia.


Menyenangkan malaikat, karena mereka menyukai orang yang menjaga silaturahim.


Meningkatkan kesan baik dari sesama orang beriman.


Membuat iblis resah karena mereka menginginkan perpecahan umat.


Memberi keberkahan umur.


Membawa keberkahan pada rezeki.


Membahagiakan orang tua, kakek, dan nenek yang telah wafat, karena mereka senang melihat keturunannya menjaga silaturahim.


Menambah kewibawaan dan kehormatan.


Mendatangkan pahala setelah wafat, karena kebaikannya terus dikenang oleh keluarga dan kerabat.(Na/By/Sa/Ar/Na)


Copyright © INGATKEMBALIcom 2025